• MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 TULUNGAGUNG
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

PROFIL MTsN 2 TULUNGAGUNG

 Letak Geografis dan Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Tulungagung di Kec. Kalidawir Tulungagung.

Letak Geografis

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Tulungagung berada di wilayah Kabupaten Tulungagung bagian selatan. Jaraknya lebih kurang 18 km dari pusat kota Tulungagung. Lokasi sekolah ada di dua desa, tepatnya di Desa Tunggangri (untuk MTsN Timur) dan Desa Tanjung (untuk MTsN Barat). Keduanya masuk Kecamatan Kalidáwir. Adanya dua lokasi ini dikarenakan perlu adanya pengembangan flisilitas pembelajaran, mulai dari sarana gedung perkantoran, kelas dan sarana pembelajaran lainnya. Lokasi awal ada di sebelah timur yang masuk Desa Tunggangri. Karena kondisi sudah tidak memungkinkan bagi adanya pengembangan, maka dipilihlah lokasi di sebelah barat Desa Tunggangri yang berjarak ± 400 m sebagai lokasi pengembangan sekolah.

Ditinjau dari sisi lokasi, MTsN 2 Tulungagung ini letaknya sangat strategis yaitu dekat dengan jalan raya jurusan Tulungagung. Madrasah ini berlokasi di Kecamatan Kalidawir yang paling utara, dengan menempati  area tanah seluas 9.490 m dengan status tanah milik sendiri (sudah sertifikat).

Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut:

1) Sebelah utara Desa Sambidoplang (Kec. Sumbergempol)

2) Sebelah selatan Desa Jabon

3) Sebelah timur Desa Tanjung

4) Sebelah barat Desa Betak

Letak MTsN 2 Tulungagung mudah dijangkau oleh siswa karena letaknya dekat dengan jalan raya. Dengan lokasi semacam ini, siswa tidak perlu bersusah payah menjangkau madrasah tersebut. Selain itu, lokasinya juga mudah dijangkau oleh kendaraan umum, baik dari Ngunut maupun Tulungagung.

Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Tulungagung di Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung.

Sebelum bernama MTsN 2 Tulungagung, MTsN ini bernama MTsN Tunggangri, pada periodisasi perkembangan awalnya, sekolah ini bernama PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama) yang berdiri tahun 1961. pendirinya adalah Bapak H. Mohamad Sirath dan Bapak Abdul Muntholib, dengan kepala sekolah pertama Bapak Sudarso. Dalam perkembangannya sampai dengan tahun 1968, jumlah kelas yang ada adalah 6 ruang dengan 3 rombongan belajar. Kemudian pada tahun 1968, tepatnya pada 01 Januari 1968, status PGAP berubah menjadi MTs Negeri Tunggangri dengan nomor pendirian 154/1968. Pada saat itu yang menjadi kepala sekolah adalah Bapak H. Ghufron Zamzami. Status ini bertahan sampai tahun 1970 sampai akhirnya berubah menjadi MTsAIN (Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri) Tunggangri. Pada tahun 1970 tersebut jumlah siswa meledak hingga ± 900 orang yang terbagi menjadi 18 kelas.

Pada tahun 1971, karena suatu dan lain hal, MTsAIN dipecah menjadi 2 lembaga yaitu MTsN Tunggangri dan MTs Aswaja (ahlussunnah Wal Jama’ah) Tunggangri, dengan pembagian 12 kelas untuk MTsN Tunggangri dan 6 kelas untuk MTs Aswaja Tunggangri.

Dengan pemecahan itu, kepala MTsN Tunggangri tetap dipegang oleh Bapak H. Ghufron Zamzami, hingga pada perkembangannya mencapai akselerasi jumlah siswa yang cukup signifikan. Ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga tersebut.

Tahun 1991 tampuk kepemimpinan Madrasah Tsanawiyah Negeri Tunggangri berpindah dan Bapak H. Ghufron Zamzami kepada Bapak Drs. H. Achmad Chalid (1991-2001). Selama kurun waktu tersebut jumlah siswa mengalami peningkatan hingga 1050 anak dan jumlah kelas menjadi 21 ruang.

Mulai Tahun 2001 lembaga ini dipimpin oleh Bapak H. Anas Dhofir, S.Ag yang sebelumnya menjabat kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Karangrejo Tulungagung. Sampai sekarang perkembangan jumlah siswa mencapai 1187 dengan jumlah kelas 27 ruang. Kepemimpinan Bapak H. Anas Dhofir ini berlangsung sampai pada penghujung tahun 2006.

Estafet kepemimpinan MTsN stelah itu dipegang oleh Bapak Drs. H. Widji yang sebelumnya menjadi kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Aryojeding Rejotangan Tulungagung, dengan jumlah siswa mencapai 1149 dan jumlah kelas 27 ruang.

Pada bulan Januari 2008, kepemimpinan di MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung ini diteruskan oleh Bapak Drs. H. Kirom Rofi’i, M.Pd.I setelah Kepala Madrasah sebelumnya purna tugas. Bapak Drs. H. Kirom Rofi’i, M.Pd.I sebelum ditugaskan ke MTsN Tunggangri bertugas di MTsN Ngantru, dalam masa kepemimpinannya Mtsn Tunggangri mengalami perkembangan sangat pesat dengan jumlah siswa mencapai + 1.210 siswa dengan jumlah rombel 30. Selain rehab gedung pada masa kepemimpinan beliau MTsN Tunggangri juga berhasil memperluas tanah untuk lapangan olahraga.

Pada bulan Januari 2011, estafet kepemimpinan MTsN Tunggangri dilanjutkan oleh Bapak Drs. H. Kahfi Nurudduja dan nama MTsN Tunggangri Beralih menjadi MTsN 2 Tulungagung pada tahun 2016 sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 673 Tahun 2016 Tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Timur.

Pada bulan Februari 2018, estafet kepemimpinan MTsN 2 Tulungagung diteruskan oleh Bapak Drs. H. Ali Anwar, M.Pd sampai bulan Februari Tahun 2022 dengan Jumlah rombel 33, dengan jumlah siswa 1.124 siswa. Kemudian dari Februari sampai sekarang kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Drs. H.  Hardiyono M.Ag.

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
Visi dan Misi

VISI MISI DAN TUJUAN MADRASAH      MTsN 2 Tulungagung sebagai lembaga pendidikan mengemban amanat untuk mencapai dan mendukung Visi dan Misi Pendidikan Nasional Visi

07/05/2020 05:09 - Oleh Administrator - Dilihat 6670 kali